Inspirasi Perjuangan

Tuesday
Sep 07th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home TADABUR QURAN Tadabur Surat Yusuf ayat 6-14

Tadabur Surat Yusuf ayat 6-14

E-mail Print PDF

Ringkasan dari Kajian Tafsir Surat Yusuf ayat 6-14

Ayat 6

وَكَذَلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَعَلَى آَلِ يَعْقُوبَ كَمَا أَتَمَّهَا عَلَى أَبَوَيْكَ مِنْ قَبْلُ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (6)

“Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan Dia mengajarkan kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Beberapa pelajaran dari ayat ini:

Pertama :  Pada ayat ini terdapat pendidikan keimanan yang menarik, yang berpengaruh dalam jiwa Yusuf alaihissalam, sebuah penanaman nilai keimanan dan kecintaan kepada Allah di dalam hati semenjak ia masih kecil oleh ayahnya Ya’kub. Nilai rabbani yang semesti ditanamkan semenjak dini kepada seorang anak oleh para orang tua dan para pendidik. Ayat ini mengajarkan penanaman nilai iman itu. Perhatikanlah bagaimana ucapakan Nabi Ya’kub kepada anaknya Yusuf alaihissalam, demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan Dia mengajarkan kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu.”

Sebuah nilai rabbani, yaitu mengembalikan ungkapan segala karunia, kenikmatan hanya kepada Allah dan kemudian bersyukur kepada-Nya. Nikmat dipilihkan-Nya posisi yang tepat,  diajarkan-Nya ilmu, diberikan-Nya kenikmatan yang melimpah, maka ketika mengembalikan semua itu atas karunia dan datangnya dari Allah, bukan karena usaha dan kehebatan kita, maka itu merupakan ungkapan kesyukuran dan pengakuan yang mulia seorang hamba kepada Tuhannya.

Dalam surat Yusuf ini bukan hanya satu kali ungkapan itu diucapkan oleh Yusuf setelah mendapat didikan dari ayahnya, ucapan itu sudah menjadi suluk dan kepribadian ketika ia dewasa, seperti dalam ayat-ayat berikut:

ذَلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِي رَبِّي

“Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku.”

ذَلِكَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ

Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya).

قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا وَقَدْ أَحْسَنَ بِي

“Sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku”.

إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ

“Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki”.

رَبِّ قَدْ آَتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ

“Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan”.

Faedah Kedua :

Adapun nikmat terbesar dari berbagai anugrah yang telah Allah karuniakan kepada kita sebagai makhluq sekaligus hamba-Nya adalah nikmat Islam, Iman dan Ihsan. Nikmat yang dipilihkan oleh Allah kepada Yusuf adalah nikmat kenabian, nikmat pengemban risalah Allah, mengajarkan islam, sebagaimana juga Allah memilih nabi Musa dalam firman-Nya surat Thoha ayat 13: “Dan Aku telah memilihmu wahai Musa”.

Allahpun telah memilihkan buat kita agama Islam dan menamai kita sebagai orang muslim di dalam Al-Quran semenjak dahulu kita belum dilahirkan, sebagaimana firman Allah:

هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ

Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu. (QS. Al-Hajj: 78)

Pilihan dari Allah tentunya adalah pilihan yang tepat, tak kan ada kesalahan sedikitpun di sana.

Faedah Ketiga : Ayat ini diakhiri dengan kata :  إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Ini menunjukkan bahwa Allah Maha Mengetahui atas segala karunia yang telah dipilihkannya buat kita, Maha Bijaksana atas ketentuan itu, mengetahui siapa yang bersyukur atas kenikamatan yang telah dianugrahkan-Nya, Dia tidaklah berbuat kita kecuali pasti mengandung hikmah dan pelajaran dibalik ketentuan dan takdirnya itu. Sebagaimana yang dialami Yusuf, saat ia dibuang di dalam sumur, dijual dengan harga murah, padahal ia adalah orang yang mulia, anak dari seorang yang mulia, cucu dari seorang yang mulia, kemudian ia juga mendapat fitnah lalu dipenjara, dilupakan oleh orang yang ditolongnya, sampai akhirnya ia menjadi orang yang diharapkan kuntribusi dan kemampuannya untuk kemaslahatan orang banyak. Inilah pentingnya pendidikan keimanan yang ditanamkan kepada anak semasa ia masih kecil, menanamkan sifat Rabbaniyah ke dalam jiwanya.

Maka pada ayat ke-7 Allah berfirman:

Ayat 7

لَقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آَيَاتٌ لِلسَّائِلِينَ (7)

”Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan (pelajaran dan ibrah)  Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.

Dalam beberapa kitab tafsir, di antaranya Tafsir Ibnu Katsir, Al-Qurhubi, Tobari, fathul Qadir, Sa’di, mengatakan makna dari “Ayaat (tanda-tanda)” maksudnya adalah Ibroh dan Mauizhoh, yaitu Ibroh dan pelajaran.  

Kata Saailiin (orang-orang yang bertanya) dalam kitab tafsir dijelaskan bahwa maksudnya adalah, orang-orang yang bertanya dari sahabat nabi kepada Rosulullah tentang kisah Yusuf, atau juga orang-orang yahudi yang bertanya tentang kisah Yusuf, atau siapa saja yang bertanya tentang kisah ini, dan ingin mengetahuinya dengar benar, maka ia akan mendapatkan banyak pelajaran dan ibroh dari dikisahkannya kisah Yusuf ini.

Ayat 8-10

 إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَى أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (8) اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا مِنْ بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ (9) قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِي غَيَابَةِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ (10)

 (Yaitu) ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata. Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik. Seorang diantara mereka berkata: "Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat."

Pelajaran dari ayat ini:

Pertama: 

Dalam ayat-ayat ini Allah menjelaskan apa yang terjadi antara saudara-saudara Yusuf terhadap Yusuf alaihissalam, yaitu rasa dengki dan iri, yang mana kedengkian (hasad) itu juga telah menjauhkan Iblis dari rahmat Allah karena iri dan dengkinya kepada Adam alaihissalam, sebagaimana juga sifat hasad yang dimiliki oleh salah seorang anak adam sehingga ia membunuh saudaranya sendiri. Sifat hasad yang mematikan hati dan nurani, membutakannya, sehingga pikiran jernih tertutupi, maka keluarlah rencana-rencana buruk dan busuk, mencelakakan orang lain, memfitnah, mengusir, mengasingkan, memutasikan, bahkan rencana membunuhpun ingin dilakukan bahkan terhadap saudara sendiri.

Ungkapan itu juga yang dilontarkan oleh saudara-saudara Yusuf, “Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah (yang tak dikenal).”

Kebutaan itupun telah menutupi rasa hormat mereka kepada sang Ayah, mereka mengatakan bahwa ayah mereka berada dalam kesesatan dan kekeliruan yang nyata. Sehingga semuanya seakan  salah dan keliru, kamilah yang benar, kamilah yang kuat, sebagaimana ungkapan mereka: padahal kita (ini) adalah satu golongan yang kuat.”

Bandingkanlah panggilan yang digunakan Yusuf ketika menyapa ayahnya dengan ucapan “Yaa abatii” (wahai ayahanda). Kesantunan dan kemuliaan akhlaq yang dimiliki oleh seseorang akan membuat orang akan lebih dicintai dan dihargai, bukanlah hanya kekuatan fisik  yang membuat orang menjadi ngeri dan takut.

Faedah Kedua:

Ungkapan yang banyak dibisikan setan untuk membuat orang melakukan dosa adalah dengan mengatakan: “nanti setelah itu bisa bertaubat” sebagaimana bisikan setan kepada saudara yusuf yang diungkapkan oleh salah seorang saudara yusuf, “dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang sholeh (baik)”.

Inilah tipuan yang perlu diwaspadai, setan akan berupaya untuk membuat manusia melakukan perbuatan dosa terlebih dahulu, apapun, yang penting mereka melakukan dosa, sehingga seakan diberi peluang masih ada kesempatan untuk menjadi orang baik dan bertaubat, namun bukan hanya sampai di situ, setelah setan berhasil ia akan membisikan lagi untuk menunda-nunda taubat, kemudian ia akan mencari cara lain lagi agar seorang yang berbuat dosa itu tidak melakukan taubat, dan begitulah seterusnya. Dan ini terbukti dalam kisah yusuf ini, bahwa saudara-saudara Yusuf bertaubat dari dosa mereka setelah berlalu beberapa tahun saat yusuf bertemu dengan ayahnya dan ia sudah menjadi orang dewasa. Seperti pada ayat 97-100 (insya Allah dalam kajian berikutnya akan kita kupas).

 

Ayat 11-14

قَالُوا يَا أَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلَى يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ (11) أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ (12) قَالَ إِنِّي لَيَحْزُنُنِي أَنْ تَذْهَبُوا بِهِ وَأَخَافُ أَنْ يَأْكُلَهُ الذِّئْبُ وَأَنْتُمْ عَنْهُ غَافِلُونَ (13) قَالُوا لَئِنْ أَكَلَهُ الذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّا إِذًا لَخَاسِرُونَ (14)

“Mereka berkata: "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya. Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya." Berkata Ya'qub: "Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya."

Pelajaran dari aya-ayat ini

Faedah Pertama:

Saudara-saudara Yusuf menyampaikan dari rencana mereka kepada ayah mereka, namun sang ayah tidak percaya dan merasa khawatir melepas yusuf bersama mereka, Nabi Ya’qub cukup mengenal baik sifat anak-anaknya, dan ia pun mengetahui bahwa ada interaksi mereka yang buruk terhadap yusuf, sehingga ia tidak merasa aman melepas Yusuf bersama mereka. Maka mereka mengatakan: Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya. Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya. “

Ada dua ungkapan yang mereka tegaskan untuk memperkuat rencana mereka:

Yang pertama, mereka mengatakan bahwa mereka adalah orang yang menginginkan kebaikan, tentunya tidak akan terjadi nantinya hal yang buruk terhadap yusuf.

Kedua, mereka mengatakan bahwa mereka pasti akan menjaganya, tentunya mereka mereka tidak akan tega jika sampai mencelakai yusuf.

Sesungguhnya apa yang mereka katakan itu adalah ucapan bohong belaka guna untuk memuluskan rencana mereka, padahal yang mereka inginkan adalah sebaliknya. Ini memberikan pelajaran kepada kita untuk juga waspada terhadap orang-orang berambisi mewujudkan rencana mereka dan kadangkala disertai dengan sumpah untuk meyakinkannya. Dalam ayat ke-11 dan 12 saudara-saudara yusuf memperkuat argumen mereka dengan kata La li ta’kid, yang berarti sungguh, yaitu kalimat “la naashihuun” dan “La haafizhuun” artinya: Sungguh kami adalah orang menginginkan kebaikan dan sungguh kami adalah orang-orang yang menjaganya.

Faedah Kedua:

Berpisah adalah suatu yang berat, apalagi berpisah dengan orang yang disayangi, terutama berpisah dengan anak, melepas seorang anak yang masih sangat kecil dan belum dewasa. Kekhawatiran lain adalah  jika terjadi hal-hal yang mencelakakan dia, seperti dimakan srigala atau mungkin hilang, mungkin kalau kita hubungkan dengan zaman ini, khawatir jika ditabrak mobil ataupun diculik oleh orang jahat. Khawatir terhadap diri seorang anak adalah tabiat yang Allah berikan kepada setiap orang tua, dalam hal ini Nabi Ya’kub mengkhawatirkan si Yusuf kecil, ia juga menyadari bahwa saudara-saudaranya kurang bersahabat dengan yusuf, namun Ya’kub mempunyai tawakkal yang tinggi terhadap Allah dengan tetap berwaspada terhadap hal-hal yang mungkin terjadi.

Dalam ayat 64 ketika saudara kandung yusuf (Bunyamin) diajak lagi oleh saudaranya untuk pergi ke kerajaan atas permintaan Yusuf, kembali Ya’kub mengkhawatirkannya, namun kembali juga ia menyerahkan jiwa dan penjagaan anaknya kepada Allah semata, sebagaimana firman Allah dalam ayat 64 :

 قَالَ هَلْ آَمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَى أَخِيهِ مِنْ قَبْلُ فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (64)

"Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?". Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang.

Wallahu a’lam bisshowab..

(Musholla KBRI Tripoli Libya, 7 Mei 2010)

Zulhamdi M. Saad, Lc

 
Artikel lainnya...
Dapatkan segera hunian yang murah, asri dan nyaman dengan fasilitas dekat dan lengkap
Image
Langkah Muslimah Inggris Menuju Parlemen
Thursday, 29 April 2010
Kesibukan Salma Yaqoob meningkat. Menjelang 6 Mei 2010, perempuan berjilbab ini harus menyambangi konstituennya. Ia dituntut mampu mengelola isu yang bisa menyentuh hati konstituennya agar terpilih menjadi salah satu wakil mereka di parlemen. Salma... Read more...
Image
Ketika Al Qur'an Dituangkan dalam Pameran Seni di AS
Thursday, 29 April 2010
MADISON, CALIFORNIA--Komunitas Mulsim di Bay Area, seperti roti Pizza, setiap iris merupakan bagian dari Islam di seluruh dunia. Itulah ungkapan direktur pemasaran Pusat Kebudayaan Islam di California Utara, Jason Hamza van Boom. Jadi, bagaimana ia membawa... Read more...
Image
12 Negara Uni Eropa Menentang Jilbab di Sekolah
Thursday, 29 April 2010
MADRID--Lebih dari separuh warga Eropa menentang jilbab di sekolah-sekolah. Namun pada saat yang sama, mereka mendukung keberadaan simbol-simbol salib di dalam kelas. Demikian hasil survei Departemen Riset BBVA di Spanyol. Sebanyak 52,6 persen dari... Read more...
Image
Kampanye “Cinta Islam” Lewat Fashion
Monday, 22 March 2010
BERLIN--Tak perlu demonstrasi turun ke jalan untuk meneriakkan pembelaan atas Islam dan memerangi Islamophobia. Komunitas Muslim di Witten, Jerman punya cara unik untuk itu: promosi Islam lewat fashion. Mereka menjual aneka fashion yang kini digandrungi anak... Read more...
Image
Seratus Ulama Dunia Desak Palestina Merdeka 2010
Monday, 21 December 2009
JAKARTA--Forum Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia yang diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan World Council of Proximity of Islamic School of Thoughts Iran digelar pekan lalu, Konferensi yang diikuti 100 ulama dan cendekiawan dari... Read more...

Miliki hunian yang asri, nyaman & murah di sini..!

KHUTBAH JUMAT

Mensucikan Jiwa dengan Sholat yang Khusyu'
Kaum muslimin jamaah sholat jumat yang dimuliakan Allah

Marilah kita senantisa berupaya sekuat tenaga untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa dalam makna yang luas, dengan berusaha  menjalankan apa yang telah dituntunkan agama dan senantiasa meninggalkan apa yang menjadi larangan-larangan Allah. Berupaya selalu meningkatkan kualitas keimanan dengan meningkatkan kualitas ibadah yang ada, serta berupaya pula menjalankan ibadah-ibadah sunnah yang dicontohkan baginda Rosulullah saw.

Read more...

Galeri Uhud

JA slide show

Online Now

We have 6 guests online

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday136
mod_vvisit_counterYesterday331
mod_vvisit_counterThis week789
mod_vvisit_counterLast week2144
mod_vvisit_counterThis month2179
mod_vvisit_counterLast month8463
mod_vvisit_counterAll days96975

Online (20 minutes ago): 11
Your IP: 38.107.191.110
,
Today: Sep 07, 2010

Calendar

«  September 2010  »
MoTuWeThFrSaSu
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930